Gemerlap linang airmata
Telah membasahi pipiku
Kuharap dia tahu
Bahwa hatiku merindunya
Nyaring suara tangisanku
Lampu padam tak berirama malam
Angin sepoi berhambur embun
Dan ilalang bertepi hati
Kerudung putih itu menutupi mataku
Yang berkilau karena embun surga
Dan pipiku bernuansa apel jingga
Tak bisa menahan embun airmata
Ketika rumput menari tertiup angin
Secercah cahaya bintang
Masuk kedalam matanya
Menitik jalan mengilukan hati
Memberiku keramahan mentari
Dan ketika ku membuka kerudung putih itu
Hatiku tak bisa tertutupi lagi
Tetes demi tetes air mata kepedihan
Kerudung putih ini akn tutupiku kelak
Kerudung putih kubawa sampai mati,..
Kamis, 03 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar