Kamis, 03 Desember 2009

debu luka aku rasa

debu luka aku rasa
mengeriap dalam segala
kau dan aku

aku tak perlu bertanya:
mengapa air mata ini
berderaian tiada henti
dan pilu ini terasa asing
dalam doa panjangku kemarin?

debu luka aku rasa
seperti renyai hujan di siang hari
matang pandanganku pada semesta
tapi tubuh ini lemah terkulai
doaku terbantai
dalam kau dan aku

aku rindu
serindu debu luka aku rasa
membekas di keningku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar