Kamis, 03 Desember 2009

TaKdiR

aku bukanlah apa-apa,
aku bukanlah siapa-siapa
aku bukan dewi yang bisa mengabulkan setiap permohonan,
aku bukan putri yang mempunyai segalanya,

Kehadiranmu di hidupku merubah segalanya
Kau begitu indah,.begitu terasa…
Namun,
Bumi terus berputar
waktu pun terus berlalu,
kurasakan getar di hati
kucoba pahami rasa yang menghampiri

apa ini,..??????
aku tak tahu
baru pertama kali kurasakan rasa ini
perasaan ini..
apakah ini…CINTA....???

Tuhan…
apa yang sebenarnya engkau rencanakan?
Apa yang sebenarnya akan terjadi?
ku pergi jauh untuk ini?
kutinggalkan semua hanya untuk ini?
untuk mengenal “dia”
untuk mengetahui “dia”
untuk mencintai “dia”

tapi
kenapa harus dia
dia menyakiti ku
mungkin ini maksud dari semuanya
agar aku merasakan sakit hati
dan aku menyerah rasa ini terlalu sakit

ku terjatuh dan pasrah
disaat itulah Engkau mengulurkan tangan
ku bangkit
ku lanjutkan hidup
kuterdiam dan berpikir
apa yang sebenarnya ada di hati-Mu
tolong berikanlah jawaban
sebab mungkin semua akan terlambat

rasa

Cinta...
Untuk menguji hati...
Mengasah kesabaran...
Mengajarkan penderitaan...
Memberi kebahagiaan...
Menciptakan kenangan...
Karena itu...
Butuh waktu...
Untuk mencintai dan dicintai...
Karena itu adalah anugerah Allah yang terbesar dalam hidupmu...

Cinta...
Aku gak pernah tau definisi cinta...
Yang aku tau, aku merasakannya saat ini...
Dan aku yakin...
Allah menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya
Jalani n Nikmati apa itu cinta,..

kerudung putih

Gemerlap linang airmata
Telah membasahi pipiku
Kuharap dia tahu
Bahwa hatiku merindunya

Nyaring suara tangisanku
Lampu padam tak berirama malam
Angin sepoi berhambur embun
Dan ilalang bertepi hati

Kerudung putih itu menutupi mataku
Yang berkilau karena embun surga
Dan pipiku bernuansa apel jingga
Tak bisa menahan embun airmata

Ketika rumput menari tertiup angin
Secercah cahaya bintang
Masuk kedalam matanya
Menitik jalan mengilukan hati
Memberiku keramahan mentari

Dan ketika ku membuka kerudung putih itu
Hatiku tak bisa tertutupi lagi
Tetes demi tetes air mata kepedihan
Kerudung putih ini akn tutupiku kelak

Kerudung putih kubawa sampai mati,..

bersimbuh aku dikakiMu

ku datang kepadaMu, ya Robbi
datang bersimpuh mencium kakiMu
aku adalah manusia malang
yang tak pernah bosan
membangkang dan melupakanMu

saat ini,
biarkan sajadahku penuh
air mata pertobatan
penuh dengan penyesalan
dan pilu hati ini kubiar mengertap
membakar segala kebebalan

aku datang kepadaMu, ya Allah
mengharap pengampunan
penyesalan ini tak sebanding
dengan banyaknya kemurkaan
aku datang bersimpuh di kakiMu
mengadu mengeluh mengaduh

adakah pancaran cahaya-Mu bisa kuterima
sebagai berkah dan rahmat tiada terkira seperti dulu?

bersimbuh aku dikakiMu

ku datang kepadaMu, ya Robbi
datang bersimpuh mencium kakiMu
aku adalah manusia malang
yang tak pernah bosan
membangkang dan melupakanMu

saat ini,
biarkan sajadahku penuh
air mata pertobatan
penuh dengan penyesalan
dan pilu hati ini kubiar mengertap
membakar segala kebebalan

aku datang kepadaMu, ya Allah
mengharap pengampunan
penyesalan ini tak sebanding
dengan banyaknya kemurkaan
aku datang bersimpuh di kakiMu
mengadu mengeluh mengaduh

adakah pancaran cahaya-Mu bisa kuterima
sebagai berkah dan rahmat tiada terkira seperti dulu?

debu luka aku rasa

debu luka aku rasa
mengeriap dalam segala
kau dan aku

aku tak perlu bertanya:
mengapa air mata ini
berderaian tiada henti
dan pilu ini terasa asing
dalam doa panjangku kemarin?

debu luka aku rasa
seperti renyai hujan di siang hari
matang pandanganku pada semesta
tapi tubuh ini lemah terkulai
doaku terbantai
dalam kau dan aku

aku rindu
serindu debu luka aku rasa
membekas di keningku

iKhlAs

jika ikhlas itu dapat diungkapkan
bagaimana aku menjelaskan?

bahasa sebatas susunan kata
pun perasaan belum tentu benar adanya

bagaimana memperoleh ikhlas
tanpa batas tanpa hingga?

sehingga Sahl berkata:
“Orang-orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah
sangat banyak, tetapi yang ikhlas amat sedikit”

bagaimana aku mendapat jawaban
sedangkan hati dirundung kebingungan?

Ya Allah, bagaimana Engkau menjelaskan?

Allah berfirman:
“Ikhlas itu rahasia dari rahasia-Ku yang Aku titipkan pada
hati orang yang Aku cintai di antara hamba-hamba-Ku

aku malu

jikalau kau bertanya kepadaku:
“Siapakah orang yang tidak tahu malu?”

maka kujawab kepadamu:
“Itulah aku!”

aku selalu mengemis kepada Allah
setelah permintaanku dipenuhi
aku lupa berterimakasih

aku selalu menangis dalam duka
ketika duka dicampakkan
aku langsung tertawa girang

di dalam kesepian
aku selalu mengingat Allah
di dalam keramaian
aku mengingat nama semua orang

jika kujawab kepadamu:
“Itu bukanlah aku!”

aku adalah pembohong
sama halnya seperti iblis yang sombong
yang tidak merasakan kekurangan
dan kelemahan